Perjalanan Kelima : Kamar Mandi Kesabaran
Hari ini kuliah libur, jadi aku bisa internetan seharian nih. Tapi, koneksinya lambat banget, kaya bekicot. Ah, walaupun lelet yang penting aku bisa nulis. Menulis diblog tercinta ini.
Jangan heran kalo judul perjalanan kali ini sedikit aneh, sama seperti yang sedang nulis nih
Itu adalah nama yang kuberikan untuk kamar mandi di kosku. Kamar mandi kesabaran. Bagus kan? Cakep ngga namanya? Pasti cakepan yang nulis dong.. hu hu hu.
Nama itu tiba-tiba meluncur di otakku, saat sedang ngantri di kamar mandi karena ada kuliah 40 menit lagi. Dan tahukah kamu apa yang terjadi? aku harus menghabiskan waktu 30 menit untuk menunggu yang di dalam kamar mandi keluar. yang antri cuma aku sendiri. 30 menit, bayangkan saja? itu artinya 10 menit lagi kuliah dimulai.
Sudah kuduga, yang sedang mandi saat itu adalah penghuni kos yang kamarnya di bawah (kamarku di atas lho). selalu begitu, mandinya kayak mandi tujuh rupa saja. Lama banget. Huh, ingin sekali kudobrak pintu kamar mandi itu, dan melihat jenis bunga apa yang dipakai sampai-sampai mandinya bisa sangat lama. eh, kalau didobrak pasti pemandangan yang mengerikan akan muncul. Oh, lewat…
Sabar , sabar. aku mencoba menenangkan diriku untuk kesekian kali. Lama aku terduduk di depan kamar mandi sambil berharap makhluk yang ngga berperasaan itu keluar. Aku terpaksa menjudgenya demikian, karena sudah beberapa kali aku, dan semua penghuni kos yang lain harus telat kuliah karena mengantri di kamar mandi. Sudah beberapa kali aku menegur kebiasaannya.
“Dek, mandinya jangan lama banget, yang lain pada ngantri!” dan dia mengangguk mengiyakan.
Nah, setelah itu kejadian serupa berulang lagi dan juga kemarin. Duh, ngga mungkinkan kalo ditanya dosen kenapa aku telat, jawabannya karena harus ngantri di kamar mandi.
Kesabaranku hilang, aku pun mengedor pintu kamar mandi itu lalu kabur ke kamar kos temanku yang di bawah
Ia tak kunjung keluar juga. sabar. ya, aku mencoa bersabar. bersabar menunggu antrian di kamar mandi kesabaran…
Tak lama, dia yang menguji kesabaranku pun keluar. Langsung saja, aku mandi cepat-cepat. 5 menit selesai. lalu naik ke atas, masuk kamar. pake baju, jilbab, bedak, 4 menit selesai. setelah itu bergegas ke kampus yang letaknya 100 meter dari kosanku. Alhamdulillah dosennya belum masuk
Repot memang, dengan penghuni kos yang jumlahnya 9 orang, kamar mandinya cuma satu. Ada sih sumur satu lagi, tapi terbuka, biasanya dipakai untuk cuci pakaian. Mau pindah? ah, aku sudah betah disini. Mau gimana lagi, semoga aja yang suka lama-lama di kamar mandi itu lebih pengertian dengan penghuni kos yang lainnya.
Ohya, lelah banget nih. Semalaman aku menulis untuk ikut lomba blog. Semoga aja menanga ya, amiin. Soalnya kalo menang hadiahnya akan kugunakan untuk membayar utang